Digagalkan, Perdagangan 600 Fosil Situs Sangiran

Sragen, Kompas - Kepolisian Resor Sragen, Jawa Tengah, menggagalkan perdagangan ratusan fosil dari Situs Manusia Purba Sangiran yang diduga akan dibawa ke luar negeri. Polisi menangkap lima orang yang diduga terlibat, yakni WS, DB, IR, JN, dan AN.

AN, yang merupakan sopir truk, kemudian dilepaskan setelah dimintai keterangan.

DB adalah warga negara asing. Ia didampingi IR yang sekaligus penerjemah. WS adalah warga Desa Krikilan, pemilik toko suvenir khas Sangiran yang berlokasi tidak jauh dari pintu masuk Museum Sangiran. JN merupakan pedagang antik di Pasar Windu Jenar, Solo, yang diduga sebagai perantara.

Bersama kelimanya ditahan satu truk yang membawa 600-an fragmen fosil serta suvenir.

Direktur Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Aurora Tambunan, Kamis (14/10), mengatakan, pencurian fosil tersebut merupakan kasus terbesar selama ini.

Kepala Bagian Humas Polres Sragen Ajun Komisaris Mulyani, mewakili Kepala Polres Sragen Ajun Komisaris Besar Ida Bagus KD Putra Narendra, mengatakan, kelimanya ditangkap di jalan raya Desa Jetis Karangpung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, yang berjarak 1,5 kilometer dari Museum Manusia Purba Sangiran.

Penangkapan dilakukan Rabu (13/10) pukul 18.00. Saat itu truk berpelat nomor AD yang mengangkut fosil akan bertolak ke Yogyakarta disertai sebuah mobil berpelat DK.

Dalam truk tersebut, fosil, campuran fosil, dan suvenir dibungkus rapat dengan kertas koran, lantas ditempatkan di dalam kardus-kardus yang ditutup dengan plakban.

Gunawan, konservator yang juga anggota staf Seksi Pemanfaatan Balai Pelestari Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMPS), diminta menjadi saksi ahli untuk memastikan fosil-fosil itu asli.

Beberapa jenis fosil itu, menurut Kepala BPSMPS Harry Widianto, berupa tengkorak, rahang, tulang panjang, dan gigi yang berasal dari gajah purba stegodon dan elephas yang berasal dari 800.000-400.000 tahun lalu, kuda nil, badak, buaya, kerbau, banteng, dan jenis-jenis rusa.

Direktur Purbakala Direktorat Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Junis Satrio Atmodjo mengatakan, pencurian dapat terjadi karena kawasan Situs Sangiran sangat luas, sekitar 60 hektar. (EKI/NAL)

Sumber :http://cetak.kompas.com/read/2010/10/15/04161349/digagalkan.perdagangan.600.fosil.situs.sangiran