Arkeologi di Belanda; Mengenal Masa Silam Negara yang Kaya Air


Oleh : Robert Chesal dan Jean van de Kok
13-05-2009

Setiap kali orang mulai proyek bangunan di Belanda, para kontraktor harus berisitirahat dulu sebelum meletakkan fondasinya. Para arkeolog diberi kesempatan untuk melakukan penggalian, mencari sisa-sisa masa silam, bukti sejarah yang memberi informasi masa kini. Di Belanda tentu saja informasi yang erat kaitannya dengan penanganan masalah air.

Kami ajak Anda mengunjungi salah satu situs penggalian arkeologi yang sedang berlangsung saat ini, di Enkhuizen, di tepi danau Ijsselmeer, yang dulu adalah laut, Zuiderzee. Ketika dibangun afsluitdijk atau tanggul yang menutup mulut laut ini, Belanda mendapat danau dan tanah kering baru. Ketika kami berjalan menuju situs ini, kami berhati-hati karena di mana-mana lumpur.

Tiba-tiba seorang arkeolog menyerahkan bagian bawah tengkorak manusia, masih lengkap dengan giginya, lebih lengkap dengan gigi orang jaman sekarang, padahal usia tengkorak ini lebih dari 1000 tahun, dan ditemukan di kuburan yang hanya beberapa meter dalamnya. Wouter Roessingh adalah sang arkeolog yang menyerahkan tengkorak ini. Ia menjelaskan:


"Pada awal proyek ini Januari lalu, kami temukan bukit pemakaman, dulu orang mengubur mereka yang meninggal di bukit ini. Bukit ini dikelilingi parit yang juga dipakai untuk mengubur mereka yang pulang ke alam baka. Tengkorak ini berasal dari seorang pria muda antara 20 sampai 30 tahun. Nanti kita teliti apakah ia menderita penyakit tertentu atau cacat".

Banjir


Penggalian arkeologi ini terletak di utara kota kecil Enkhuizen, dulu desa nelayan di tepi laut Zuiderzee. Orang tidak menduga ada bekas pemukiman di kawasan yang dekat dengan laut utara ini. Terlalu basah untuk dihuni, walaupun ditemukan juga bekas-bekas kebudayaan jaman perunggu. Banjir sering mengancam kawasan ini antara tahun 3000 sampai 600 sebelum Masehi. Nah, penggalian arkelogi ini membuktikan tidak benar kawasan ini tidak dihuni. Demikian arkeolog lain, Femke Vermue yang juga aktif di proyek ini.

Menurut Femke Vermue: "Kami selalu menggali di kawasan yang kami kira kurang cocok untuk dihuni. Terlalu rawan banjir untuk orang yang hidup selama periode ini. Namun kami menemukan bekas rumah komplit selama penggalian arkeologi ini. Ini membuktikan ada juga orang yang tinggal di daerah banjir ini".


Proyek penggalian arkeologi di Enkhuizen ini juga unik karena tidak dalam, hanya 40 sentimeter di bawah permukaan sudah ditemukan sisa-sisa masa silam. Selama 3000 tahun kuburan ini berada di bawah kebun jagung. Padahal di kawasan Belanda selatan orang dimakamkan di kedalaman beberapa meter. Bisa dikatakan banjir jarang terjadi di sini. Padahal daerah ini dekat dengan air yaitu laut Utara dan Zuiderzee.

Penjelasannya, orang pada saat itu sudah memiliki teknologi air canggih, kepiawaian Belanda yang kini dikenal di seantero dunia. Mereka membangun tanggul-tanggul sejak tahun 1300 Masehi, untuk menghadapi air laut Zuiderzee. Sejak ini dilakukan daerah ini jarang kebanjiran. Jadi tidak perlu tanah dipertinggi lagi dengan menguruk tanah baru. Itulah sebabnya makam ini tidak terlalu dalam. Itulah manajemen air Belanda yang tersohor.

Sumber :http://static.rnw.nl/migratie/www.ranesi.nl/tema/mengenal_belanda/arkeologi_belanda090514-redirected