Menjadikan Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat

Saat ini setiap propinsi dan kabupaten di Indonesia berlomba-lomba untuk menarik perhatian wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Propinsi dan kabupaten tersebut mengadakan acara tahun kunjungan wisatawan, tahun 2010 tercatat beberapa propinsi dan kabupaten mengadakan tahun kunjungan wisata, berlomba-lomba untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya. Pada tahun yang sama Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata menargetkan devisa yang tidak main-main dari sektor pariwisata, yaitu 10 Milyar Dollar AS dari wisatawan mancanegara, sedangkan dari wisatawan domestik ditargetkan 20 Milyar Dollar AS.

Sektor pariwisata sepertinya telah membuat magnet yang kuat sebagai sumber alternatif untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) bagi pemerintah. Saat ini pariwisata mulai digerakkan mulai dari pariwisata budaya, pariwisata religi, pariwisata alam hingga pariwisata minat khusus. Namun siapa sesungguhnya penggerak pariwisata yang sesungguhnya ? tidak lain adalah masyarakat sendiri. Pariwisata adalah bisnis majemuk dan gotong royong, betapa tidak setiap sektor usaha dari masyarakat dilibatkan, mulai dari kedatangan wisatawan dari tempat-tempat kedatangan seperti bandar udara, terminal bus sampai pelabuhan. Perjalanan menuju hotel atau tempat penginapan yang melibatkan sektor transportasi seperti taksi. Tiba di hotel atau tempat penginapan, menuju tempat wisata, sampai wisatawan tersebut pulang kembali ke negara atau tempatnya bermukim yang tentu saja akan membawa oleh-oleh dari daerah yang ditujunya, tentunya hal ini melibatkan masyarakat banyak.

Pariwisata bukan hanya berbicara mengenai bagaimana menjadikan objek wisata dapat menjadi magnet dalam menjaring wisatawan, namun pariwisata saat ini berbicara bagaimana memberdayakan masyarakat sekitar lokasi objek wisata agar menjadi pelaku pariwisata dan menjadi masyarakat sadar wisata. Untuk membuat hal tersebut terjadi tentunya masyarakat disekitar lokasi objek wisata harus diberdayakan oleh pemerintah. Jika hal ini dikelola dengan baik sektor pariwisata dapat menjadi penggerak utama ekonomi sehingga masyarakat dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui pariwisata.

Peran serta pemerintah baik pusat maupun daerah dalam mengembangkan pariwisata yang berwawasan ekonomi masyarakat sangat dibutuhkan agar masyarakat langsung dapat memetik manfaatnya. Pemerintah dapat melakukannya dengan mengembangkan desa wisata, mengadakan pelatihan masyarakat sebagai masyarakat sadar wisata dan program-program wisata lainnya yang dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pariwisata maupun mengadakan acara-acara wisata.

Tidak mudah mewujudkan hal-hal tersebut diatas, kita masih tertinggal jauh dengan industri pariwisata negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang mampu menjadikan pariwisata, namun kita masih dapat mengejar ketertinggalan tersebut dengan menggerakkan masyarakat agar menjadi penggerak ekonomi dibidang pariwisata yang majemuk dan gotong royong ini bukan masyarakat sebagai penontonnya.