Berbanggalah Anda Lahir Sebagai Orang Indonesia

Anda lahir sebagai orang Indonesia, berbanggalah Anda karena wilayah tempat Anda tinggal menyimpan banyak potensi kekayaan budaya yang membuat para peneliti luar negeri berlomba-lomba untuk meneliti potensi dan tinggalan budaya Indonesia. Sudah tidak terhitung lagi jumlah lembaga penelitian luar negeri yang menjalin kerjasama dengan Pemerintah Indonesia dan Lembaga Swadaya Masyarakat lokal. Potensi kekayaan budaya Nusantara mulai dari ujung barat Aceh sampai ujung timur Papua memiliki potensi yang membuat “ngiler” para peneliti luar negeri.

Nusantara yang diikat oleh kesatuan politik yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki sejarah panjang dalam kekayaan budaya, siapa yang tidak kenal dengan manusia purba ? Indonesia memiliki lebih dari separuh tengkorak manusia purba yang telah ditemukan di dunia yang hidup antara 2 juta tahun sampai 100.000 tahun yang lalu. Adapun tempat-tempatnya di Sangiran, Trinil dan Ngandong, Jawa Tengah. Sampai saat ini Indonesia menjadi salah sau rujukan untuk penelitian manusia purba dunia.

Dalam proses migrasi manusia di dunia pun Indonesia memiliki peran yang besar, yaitu pada saat migrasi para penutur Austronesia ke luar dari Taiwan (berdasarkan teori Out of Taiwan) menuju ke selatan, Migrasi ini berlangsung cepat melalui Filipina, lalu mencabang ke selatan menuju Kalimantan dan Sulawesi dan ke timur menuju Maluku Utara. Dari Kalimantan-Sulawesi mereka menyebar ke Pulau Jawa , Sumatera dan Semenanjung Malaka.

Indonesia-pun memiliki sejarah panjang dalam mengekspansi Asia, yaitu ketika Sriwijaya dan Majapahit berkuasa atas wilayah Asia Tenggara. Selama beberapa abad nenek moyang bangsa Indonesia memiliki kekuasaan yang besar atas lautan dan daratan. Mereka banyak membangun bangunan yang monumental yang melegitimasi kekuaasan mereka seperti Candi Muara Takus di Riau, Candi Borobudur dan Candi Prambanan di Jawa Tengah. Bahkan nenek moyang bangsa Indonesia mengajarkan hal yang adi luhur, yaitu hidup bertoleransi dalam beragama, dimana ketika Kerajaan Mataram Kuna berkuasa agama Hindu dan Buddha dapat hidup berdampingan. Bahkan pada masa Kerajaan Majapahit Hindu dan Islam dapat hidup berdampingan dengan damai. Sejarah telah membuktikan jika mereka bisa mengapa kita tidak ?